Rabu, 04 November 2020

Puisi - Larasati

Sumber Foto: Ruli Rukmana Sakti

 


Larasati

Kala kubenamkan diriku kian jauh
Masuk membaur meluruh jenuh
Meresapku pada tetesan peluh
Namun, tak kutemui Pertiwiku

Kuterdiam sejenak
Menyepi hingga kedapnya hati
Namun, tetap saja tak kutemui
Pertiwi terganti Larasati

Pertiwi mungkin bosan dengan bunyi ini
Gelak tawa yang menggelora
Dari anusnya binatang raksasa
Sampai berisiknya sirene pencabut nyawa

Larasati melihatku
Tatapannya meneduhkan
Sialan, bak rimbunnya hutan
Tempat hijau yang sudah lama hilang

Kupikir Larasati lebih tangguh
Rambutnya lebih tebal
Mengurai panjang nan halus
Pelindung terbaik untuk telinganya

Namun, satu hal yang luput kusadari
Kumulai tertawa penuh gelora
Melompat sana dan sini
Tubuhku  terasa kian melebar

Mahkota tumbuh di kepalaku
Mengapa diriku menyalak?




Ruli Rukmana Sakti
Cilacap, 4 November 2020

Sabtu, 29 Agustus 2020

Celoteh - Cinta dan Patah Hati

 

(Sumber Foto: Piqsels)

Banyak orang mendefinisikan cinta, tapi arti cinta tetap kembali kepada masing-masing orang. Tidak ada yang pernah bersepakat tentang definisi cinta, bahkan ada yang bilang Cinta tidak bisa didefinisikan. Tapi banyak orang telah merasakannya. 

Barangkali seluruh orang yang ada di dunia ini pernah merasakan cinta atau setidak-tidakya telah berhubungan dengan cinta. Banyak unsur dalam cinta, juga banyak efek yang ditimbulkannya. Dari sekian banyak itu salah satunya pengharapan. Cinta menimbulkan harapan dan menghasilkan energi yang besar.

Tapi cinta juga bukan tanpa risiko, salah satu risiko dalam cinta adalah patah hati. Berbicara patah hati, semua orang juga pasti telah merasakan patah hati. Sama dengan cinta, pasti semua orang pernah merasakannya. Dalam patah hati juga pasti ada patah hati terhebat yang mengubah pandangan orang tentang cinta, kata Raditya Dika begitu.

Ada begitu banyak cerita patah hati di dunia ini. Jika suatu harapan dapat menimbulkan energi yang besar, patah hati juga dapat menghasilkan energi yang tak kalah besar. Lantas, muncul sebuah pertanyaan, apakah patah hati itu menumbuhkan atau malah menghancurkan?

Satu hal yang pasti, setiap patah hati pasti menyakitkan. Tapi, meskipun begitu banyak cerita patah hati di dunia mengubah jalannya sejarah. Banyak orang besar tumbuh karena patah hati. Patah hati yang mengubah sejarah. Katakanlah kisah Soekarno, karena patah hatinya dia tumbuh menjadi orang besar, orator, diplomat, Presiden. Soekarno yang patah hati karena wanita. 

Moh Hatta yang patah hati karena keadaan bersumpah tidak akan menikah sampai negara tempat ia dilahirkan merdeka. Moh Hatta menikah di umur lebih dari 40 tahun, tentu untuk ukuran orang Indonesia sudah terlalu tua.

Dalam setiap kisah cinta, tak ayal kita akan menemui kisah patah hati di dalamnya. Entah itu sebagai intro maupun outro yang mengalun dan menyatu sesuai irama pembuatnya. Apakah ini sebagai ironi?



NK
Blora, 4 Juli 2020
__________________


Ini adalah hasil karya sobat pustaka. Jika kamu memiliki karya yang ingin kami abadikan, silakan hubungi kami melalui formulir yang sudah kami sediakan di kolom contact. Terima kasih. Panjang umur literasi!

Jumat, 28 Agustus 2020

Puisi - Nada


(Sumber Foto: ClipartEmail)

Nada

Namamu alunan cinta
Deru sendu kau ubahnya jadi gembira
Dibuatnya bunga hati terus bertala-tala

Namamu ada dimana-mana
Menyentuh apa-apa yang haus akan rasa
Dilaraskannya dengan kasih ataupun air mata

Namamu yang dapat bicara
Menyuarakan pilu, cumbu, maupun canda
Seolah membius sehingga semua ikut merasa

Namamu tanamkan percaya
Bahwasanya ada penawar dari setiap lara
Pula adanya penambah rasa dari setiap tawa


Rachmat A.P.
Cilacap, 20 Juli 2020

________________________


Ini adalah hasil karya sobat pustaka. Jika kamu memiliki karya yang ingin kami abadikan, silakan hubungi kami melalui formulir yang sudah kami sediakan di kolom contact. Terima kasih. Panjang umur literasi!