Minggu, 09 Februari 2020

Review Buku Alfiyan Harfi - Untuk Yang Mati dan Yang Tak Bisa Mati



Identitas Buku
Judul Buku: Untuk Yang Mati dan Yang Tak Bisa Mati
Penulis: Alfiyan Harfi
Penerbit: Tlatjapan Poetry Forum
Terbit: Cetakan Pertama, Maret 2013
Tebal: 32 + 92 hlm. (13,5 cm x 19 cm)
ISBN: 978-602-99670-4-3
Jenis Buku: Antologi Puisi
Harga:  -

Ulasan
Banyak buku antologi puisi yang dapat kita jumpai di toko buku dan perpustakaan. Minat insan di Indonesia memang belum terlalu banyak dengan jenis karya ini. Dunia perpuisian kerap dianggap mati suri. Ya, memang begitu adanya. Namun, saya tertarik untuk mengulas sekilas dari buku yang sangat berjasa untuk saya. Namanya juga manusia anti maenstream.

Satu hal yang perlu kamu ketahui, jika kamu mencari buku ini di internet mungkin kamu akan sulit untuk mendapatkannya. Bukan karena tidak laku, hanya penulisnya saja yang terlampau dermawan menurut saya. Mengapa saya mengatakan begitu? Karena saya mendapatkan buku ini langsung dari penulisnya.

Kala itu saya mengikuti lomba puisi. Memang belum menjadi juara umum. Namun, saya masih bisa merasakan nikmatnya naik podium. Alfiyan Harfi dengan suka hati memberikan karyanya ini untuk saya dan menyematkan tanda tangannya. Suatu pemberian yang lebih berharga daripada sekadar gelar juara. Untuk itu, saya tidak bisa menuliskan berapa harga yang perlu kamu siapkan untuk membeli buku ini. Karena di internet pun tiada tertera berapa harga dari buku ini.

Buku ini adalah buku kumpulan puisi dari Alfiyan Harfi yang dia tulis sejak tahun 2004 - 2012. Penulis yang lahir pada 30 November 1986 ini cukup membuat saya tertarik dengan karyanya. Hingga sampai saat ini saya rasa harus membuat sedikit ulasan mengenai salah satu karyanya yang mungkin dapat kamu miliki dikemudian hari.

Dari segi cover buku, cukup membuat orang tertarik untuk meliriknya. Dengan nuansa hitam yang kental dan ornamen yang estetik menampilkan keselarasan dengan judul buku yang menonjolkan sisi kehidupan serta kematian. Kalau kamu penikmat puisi mungkin akan menjadi salah satu daya tarik utama untuk membeli buku ini.



Di bagian belakang buku, tersemat Blurb yang menuliskan:

"Kesadaran akan yang fana, memunculkan bayangan pada yang abadi; kesadaran pada yang kekal menyadarkan pada yang sementara; demikianlah kiranya, Yang Mati dan Yang Tak Mati berkisar di antara kita. (Raudal Tanjung Banua, Koordinator Komunitas Rumahlebah Yogyakarta)

Puisi-puisi Alfiyan Harfi dalam kumpulan ini penuh dengan metafora yang mengejutkan, yang mengimplikasikan ketegangan-ketegangan yang ada dalam hubungan antar manusia maupun antara manusia sebagai makhluk yang fana dengan kau sebagai Yang Abadi. Secara keseluruhan, puisi ini bercerita tentang menyatunya yang imanen dan yang transenden sehingga bisa dikatakan bahwa puisi ini bertemakan mistisme. (Prof. Dr. Faruk, Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada Yogyakarta)."

Dari segi isi buku memang banyak puisi yang bertemakan mistisme. Dari mulai membahas duka, bunga hingga sepi dan akhir dunia. Kesedihan nampak kental dari puisi-puisi karya Alfiyan Harfi ini. Bagi saya, Alfiyan Harfi mampu memindahkan rasa gundahnya ke dalam secarik kertas dan kita dapat dengan mudah menangkap apa yang dia rasakan. Buku ini tidak sulit dipahami bahkan bagi insan yang baru mengenal puisi.

Untukmu yang sedang kasmaran, tak perlu risau. Ada beberapa puisi yang mungkin dapat mewakili rasamu untuknya. Saya ambil contoh yaitu puisi "Mencintai Seorang Gadis". Menurut saya jika kamu membawakan puisi ini untuk sang kekasih dia akan senang hati memahami arti dari setiap ucapanmu.

Terlepas dari sisi subyektif, buku ini membawa banyak perubahan dalam hidup saya. Beberapa tulisan saya yang terbit di media online dan pagelaran terinspirasi banyak dari karya Alfiyan Harfi. Namun sayang, buku ini tak cukup tebal dan saya harus mencari literasi lain untuk menyempurnakan apa yang ingin saya tuangkan.

Dari segi kertas, buku ini memakai kertas kuning. Yang bagi saya dan beberapa orang mungkin lebih menikmati buku dengan warna kertas kuning daripada putih. Selain tidak melelahkan mata, semakin lama usia buku semakin bertambah nilai keindahan dari buku itu sendiri. Maklum, saya masih suka dengan nuansa kekunoan daripada kekinian.



Ketipisan dari buku ini memang menjadi suatu kekurangan bagi kamu yang mungkin gila akan dunia puisi. Namun, bagi orang yang baru mengenal dan suka akan puisi, tentu buku ini menjadi pilihan menarik yang bisa dinikmati dengan sekilas lalu serta tidak perlu memakan waktu dan pikiran dalam menyelaminya.

Buku ini cocok untuk:
  • Kamu yang suka dengan dunia perpuisian dan ingin belajar menulis puisi.
  • Kamu yang mencari referensi puisi out of the box terutama yang bertema mistisme.
  • Kamu yang mudah bosan dengan buku tebal.
  • Kamu dengan kesibukan yang cukup padat. Karena kamu dapat menggunakan buku ini sebagai teman yang baik dikala jam istirahatmu.
  • Jomblo dan filsuf kehidupan.
Buku ini tidak begitu cocok untuk:
  • Kamu yang tidak suka dengan gemerlapnya puisi.
  • Kamu yang mencari gudang referensi puisi. Terlebih dengan tipisnya buku ini.
  • Kamu yang tidak suka memahami suatu kalimat secara mendalam.
  • Kamu yang lebih suka berimajinasi lewat gambar daripada tulisan.

Demikian sedikit review dari saya Ruli Rukmana Sakti selaku pengurus dari Pustaka Indo. Saya akui bahwa memang banyak sekali sisi subyektif yang saya tonjolkan, namun percayalah saya sudah berusaha untuk adil sejak dalam berpikir.

Semoga kamu suka dan mendapatkan informasi dari review yang saya sediakan di atas. Saya tidak akan memberi nilai pada sebuah karya karena semua orang berhak untuk memiliki pandangan yang berbeda. Toh, itu hanya sebatas kumpulan angka saja.

Saya doakan semoga di rak bukumu yang indah itu ada buku ini yang senantiasa terselip di antara buku-buku bagusmu yang kamu sayangi itu. Tetap membaca dan panjang umur literasi!



Pengulas,
Ruli Rukmana Sakti

0 komentar

Posting Komentar