Senin, 24 Februari 2020

Review Buku Sergius Sutanto - Hatta



Identitas Buku
Judul Buku: Hatta "Aku Datang Karena Sejarah"
Penulis: Sergius Sutanto
Penerbit: Qanita / Mizan Pustaka
Terbit: Edisi II, Cetakan I, Januari 2018
Tebal: 364 hlm. (20,5 cm)
ISBN: 978-602-402-096-5
Jenis Buku: Biografi
Harga:  69.000,-

Ulasan
Banyak buku biografi yang mengulas tentang Bung Hatta. Entah itu dari sisi kehidupan politik, masa kecil, remaja bahkan hingga percintaan. Namun tak banyak yang menyajikan cerita biografi layaknya sebuah novel. Bacaan yang cenderung ringan dan bisa menjadi teman dikala kamu sedang "kosong".

Buku ini mungkin dapat menjadi salah satu pilihanmu jika ingin mengenal sosok Bung Hatta lebih dalam. Sergius Sutanto cukup lihai dalam menyajikan kisah dari salah satu proklamator ini dengan menarik dan ringan. Selain dengan cara yang ringan, dapat dikatakan bahwa keluarga dari Bung Hatta pun ikut serta menjaga dari cerita yang disajikan. Dalam hal ini bahkan Meutia Hatta turut memberikan kata pengantar untuk buku ini.

Buku ini akan mudah kamu ketahui. Mulai dari buku asli yang ada di toko buku kesayanganmu hingga buku bajakan yang dijajakan di emperan kota. Banyak pula toko buku online yang menyediakan buku ini. Jadi, kamu tidak perlu kawatir untuk kehabisan stok saat hendak membelinya. Namun, jangan pernah membeli buku bajakannya ya!

Buku ini saya beli di Gramedia Semarang dengan harga Rp. 69.000,-  Namun banyak juga perpustakaan maupun tempat penyewaan buku yang menyediakan buku ini. Semoga senantiasa perihal harga tidak menjadi suatu kendala yang berarti untukmu dalam menikmati buku ini ya.

Dari segi cover buku, pikiran pertama saya yang terlintas adalah minimalis dan elegan. Saya suka dengan covernya. Dengan warna abu-abu yang dominan membuat kita seakan tertarik untuk sejenak membacanya. Siluet Bung Hatta dan tulisan yang timbul juga membuat kesan yang hangat. "Aku Datang Karena Sejarah" cukup membuat penasaran isi dari buku yang disajikan oleh Sergius Sutanto ini.



Di bagian belakang buku, tersemat Blurb yang menuliskan:

"Beri Hatta lima pilihan, rendang, laut, buku, sekolah dan Makkah. Maka, tanpa ragu dia akan memilih Makkah. Sebuah pilihan yang didasari pengaruh Pak Gaek, sang kakek yang menggantikan peran ayah, semenjak Hatta menjadi yatim. Tetapi, sang ibu tak ingin Hatta pergi ke Makkah. Alhasil, nasib pun membawa Hatta muda ke Jakarta kemudian ke Belanda. Bersinggungan dengan ketidakadilan penjajahan membuatnya bergabung dalam pergerakan nasional. Sebuah pilihan penuh risiko yang membuatnya terbuang ke Digul hingga Banda Neira.

Pilihan itu pula yang mengantarkannya bertemu dengan Soekarno, Sjahrir dan orang hebat lainnya. Sjahrir yang suka pesta dan Soekarno yang melamarkan Rahmi untuknya. Meski akhirnya, dia terpaksa melihat bagaimana para sahabatnya ini berlintang jalan dan dia sendiri pun tersingkir, Hatta tak pernah membenci.

Hatta: Aku Datang Karena Sejarah, ditulis Sergius Sutanto yang telah menghasilkan sebuah film dokumenter tentang Hatta. Dengan landasan riset mendalam dan dukungan keluarga, novel ini akan membawa kita lebih dekat pada sosok pribadi bapak bangsa ini."

Dari segi isi buku, Sergius Sutanto dalam menyajikan cerita sangatlah mengalir. Buku ini cukup lengkap, mulai dari membahas masa kecil Bung Hatta, remaja, pendidikan, romansa, masa kemerdekaan, hingga masa akhir hayatnya. Kita seakan dibawa menuju lorong waktu yang sangat menarik. Kamu akan tahu siapa panggilan Bung Hatta saat kecil. Penasaran bukan?

Jika kamu penggemar buku biografi atau autobiografisaya merekomendasikan buku ini untukmu. Jalan cerita yang unik dan hal-hal kecil yang belum kamu tahu dari Bung Hatta mungkin dapat kamu temukan dalam buku ini. Saya sendiri bahkan baru mengetahu beberapa fakta yang belum saya tahu sebelumnya. Semoga kamu mendapatkan pengalaman dan wawasan baru jika kamu membaca buku ini.

Dari segi kertas, buku ini memakai kertas kuning. Kertas yang bagi saya sangat enak untuk dibaca. Tidak melelahkan sebagaimana ketika saya membaca kertas warna putih. Buku ini full tulisan. Tiada gambar sama sekali di dalamnya. Membebaskan kita untuk berimajinasi dengan liar dalam menggambarkan tokoh yang ada dalam buku ini. Kamu juga akan diberi pembatas buku secara gratis di dalam buku ini sehingga buku yang kamu punya tak akan rusak tertekuk dengan begitu saja.




Buku dengan jumlah total 364 halaman ini terbilang cukup tebal. Kamu akan menemukan 51 Bab atau segmen yang membawamu menuju dunia yang tak pernah kamu bayangkan sebelumnya. Ketebalan dari buku ini memang menjadi suatu kekurangan bagi kamu yang kerap jemu dengan buku penuh tulisan. Namun tunggu dulu, sudah saya katakan di atas bahwa pembawaan dari Sergius Sutanto sangatlah ringan. Dibungkus dengan konsep layaknya sebuah novel, tak menjadi suatu masalah yang berarti jika kamu terbiasa membaca novel yang bahkan dua kali lipat lebih tebal dari buku ini.

Kekurangan dari buku ini tidak bisa dibaca sekali duduk. Dan kamu perlu kondisi yang mendukung dari sisi ketenangan agar kamu bisa memahami apa yang penulis sajikan. Namun, buku ini cukuplah kecil dan tidak menguras isi tasmu tentunya. Jadi, kamu dapat membawa buku ini kemanapun kamu suka.

Buku ini cocok untuk:
  • Kamu yang suka dengan karya biografi ataupun autobiografi.
  • Kamu yang suka dengan buku politik, tokoh bangsa dan cerita di dalamnya.
  • Kamu yang sudah bosan dengan buku politik yang kaku dan terbilang kuno.
  • Kamu dengan kesibukan yang cukup padat. Karena kamu dapat menggunakan buku ini sebagai teman yang baik dikala jam istirahatmu.
  • Pembaca yang sedang riset mengenai kehidupan dari Bung Hatta.
  • Kamu yang suka novel namun dengan cara penyajian yang berbeda.
  • Pembaca pemula seperti saya.
Buku ini tidak begitu cocok untuk:
  • Kamu yang suka dengan buku nonfiksi.
  • Kamu yang suka dengan buku tipis. Karena buku ini cukup tebal dan bisa membuatmu jemu dengan banyaknya halaman tanpa gambar di dalamnya.
  • Kamu yang lebih suka berimajinasi lewat gambar daripada tulisan. Sama sekali tiada gambar di dalam buku ini. Penuh tulisan.
Demikian sedikit review dari Pustaka Indo. Saya akui bahwa memang banyak sekali sisi subyektif yang saya tonjolkan, namun percayalah saya sudah berusaha untuk adil sejak dalam berpikir.

Semoga kamu suka dan mendapatkan informasi dari review yang saya sediakan di atas. Saya tidak akan memberi nilai pada sebuah karya karena semua orang berhak untuk memiliki pandangan yang berbeda. Toh, itu hanya sebatas kumpulan angka saja.

Untuk penutup, saya kutip sedikit kalimat dari buku ini.

"Aku telah memilih pergerakan sebagai jalan hidupku, dan aku pun harus siap menerima segala konsekuensinya."

Saya doakan semoga di rak bukumu yang indah itu ada buku ini yang senantiasa terselip di antara buku-buku bagusmu yang kamu sayangi. Dan jika kamu ataupun saya memilih pergerakan sebagai jalan hidup kita untuk ikut andil dalam membangun negeri, semoga kita juga senantiasa diberi kesiapan untuk menerima segala konsekuensinya. Tetap menjadi manusia, tetaplah membaca dan panjang umur literasi Indonesia!

0 komentar

Posting Komentar