Senin, 11 Mei 2020

Celoteh - Hari Normal

Suatu Kenormalan di Waktu Itu

Tak pernah kurasakan malam sesunyi ini. Jangankan malam, siang pun kulupa bagaimana kenormalannya. Kucoba putar beberapa lagu yang kiranya dapat mengusir sepi ini. Tempo yang cepat kuharap dapat sedikit memberi hentakan. Walau tak sepenuhnya kusuka, setidaknya untuk malam ini saja.

Tak ada perbedaan, hari ini masih sama seperti hari yang lain. Tiada gitar, buku dan ruang untuk bertemu. Seminggu yang melelahkan. Kosong.

Kepulan asap kian beradu seakan membawaku kepada semua hal yang terjadi hari ini. Kucingku masih sakit dan tampak kesulitan untuk melihat. Dia termenung seakan enggan untuk hidup lebih lama lagi. Setidaknya saat kutuliskan beberapa kata ini, dia masih asik terdiam di pangkuanku. Setidaknya untuk malam ini.

Ada berita lain di luar sana yang sama sekali tak ingin kudengar. Banyak orang baik yang kehilangan pekerjaannya. Banyak Ibu yang mungkin kebingungan menentukan menu untuk keluarganya. Dan masih banyak pula kawan dalam perantauan yang kesulitan mencari makan untuk sahur karena akses jalan yang tetap ditutup oleh portal. Semua diam. Semua sunyi. Semua menyendiri.

Semua tampak klise. Di satu sisi ada gadis yang sedang dirundung kasmaran. Namun, ada gadis lain yang berusaha keras untuk melupakan. Semua saling berlomba memberikan pesan untuk orang lain.
Walau kadang mereka tak sadar bahwa itu semua layak untuk diacuhkan. 

Ya, setidaknya diriku menjadi orang pertama yang akan mengacuhkannya.

Banyak pejantan yang berusaha memutar otak. Mencari cara agar tidak mati dalam kesunyian. Kesunyian dalam karya, rasa maupun harta. Kata jantan mungkin terdengar tidak pas untuk disematkan pada insan. Namun kuakui bahwa mereka sangat jantan dalam menghadapi keadaan maupun kenyataan. Merambah hal yang tak pernah disentuhnya. Menggali hal yang menjadi zona nyamannya. Sementara aku hanya berkutat dengan tulisan yang kuselipi dengan segudang waktu untuk bermain.

Permainan dalam arti sesungguhnya. Bermain.

Hanya blog ini yang kuisi dari sekian banyak blog dengan tema lain yang kumiliki. Seakan tiada target karena untuk saat ini aku akan menulis jika ingin sedang menulis saja. Persetan dengan suatu hal yang tak berbobot. Jika dari hati, mungkin hati lain akan merasakannya. Aku tak peduli lagi dengan kejayaan blogku di masa lalu. Angka hanyalah angka.

Bagiku jika aku bisa menulis suatu hal yang menjadi pandanganku, tanpa mengacu pada aturan yang entah siapapun menciptakannya, itu adalah suatu kedamaian. Perkara kalian menikmatinya atau tidak, itu hanyalah pilihan kalian. Dan pilihanku adalah untuk berbagi.

Semua memang sedang tidak normal. Dan semoga segala ketidaknormalan ini tidak menjadi suatu kenormalan di masa yang akan datang.



Ruli Rukmana Sakti
Cilacap, 1 Mei 2020

0 komentar

Posting Komentar