Sabtu, 23 Mei 2020

Puisi - Resolusi Buruh Tani

Sumber Foto: Viva.com


Resolusi Buruh Tani

Pernahkah Tuan merasa?
Jika terompet yang saling bersautan
Serta lagu yang tak hentinya Tuan dendangkan
Di telingaku terdengar seakan genderang perang

Ya, sudah waktunya untuk bertempur
Penuhi tuntutan hingga keringat penuh lumpur
Untuk si kecil yang merengek minta bubur
Tak jarang pula, bini  malah minta kabur

Begitulah nasib kami
Si buruh yang melekat pada kaum tani
Sungguh tiada banyak resolusi yang kami miliki
Hanya ingin, segala kebutuhan tercukupi

Tuan, kuharap engkau maklum dengan tulisan ini
Kami bukan pujangga maupun sekelas menteri
Yang lihai menggunakan bahasa tinggi
Bahkan tak terjangkau walau sudah kami daki

Oh ya, jika Tuan bersedia
Titipkan salam ini untuk Bapak Ibu di singgasana
Tak cukupkah mulut manis itu terus berbusa?
Padahal banyak janji yang kerap sekadar wacana



Ruli Rukmana Sakti
Semarang, 4 Januari 2019

_______________________
Puisi ini sebenarnya saya tulis di tiga kota yaitu Semarang, Solo dan Yogyakarta. Dikarenakan penulisan akhir berada di Semarang, maka saya putuskan untuk mencantumkan kota Semarang di dalamnya. Puisi ini juga pernah dimuat oleh di IDNTimes dengan link berikut ini: Resolusi Buruh Tani.

Mari membaca, mari merasa dan mari mencoba. Panjang umur literasi!

0 komentar

Posting Komentar