Rabu, 04 November 2020

Puisi - Larasati

Sumber Foto: Ruli Rukmana Sakti

 


Larasati

Kala kubenamkan diriku kian jauh
Masuk membaur meluruh jenuh
Meresapku pada tetesan peluh
Namun, tak kutemui Pertiwiku

Kuterdiam sejenak
Menyepi hingga kedapnya hati
Namun, tetap saja tak kutemui
Pertiwi terganti Larasati

Pertiwi mungkin bosan dengan bunyi ini
Gelak tawa yang menggelora
Dari anusnya binatang raksasa
Sampai berisiknya sirene pencabut nyawa

Larasati melihatku
Tatapannya meneduhkan
Sialan, bak rimbunnya hutan
Tempat hijau yang sudah lama hilang

Kupikir Larasati lebih tangguh
Rambutnya lebih tebal
Mengurai panjang nan halus
Pelindung terbaik untuk telinganya

Namun, satu hal yang luput kusadari
Kumulai tertawa penuh gelora
Melompat sana dan sini
Tubuhku  terasa kian melebar

Mahkota tumbuh di kepalaku
Mengapa diriku menyalak?




Ruli Rukmana Sakti
Cilacap, 4 November 2020

0 komentar

Posting Komentar