Selasa, 15 Juni 2021

Puisi - Di Samping Jalan

(Sumber Foto: Wallpaperflare)

Di Samping Jalan

Aku berdiri di samping jalan
Melihat lalu lalang kenyataan
Kaku seakan dalam kebisuan
Berpikir seakan dalam kebimbangan

Detik demi detik terus ku arahkan pandang
Melihat begitu banyaknya kecongkakan
Mendengar begitu banyak kesombongan
Menerawang begitu banyak tangisan

Aku bukannya tak berani melangkah
Atau tenggelam dalam rasa nyaman
Namun ketika mulut ku terucap
Tangan ku terkepal dan kaki ku terayun,

1001 mata sinis tertuju pada ku

Tak habis pikir oleh ku

Keabsurdan dunia di ujung jalan
Menghanyutkan orang-orang di jalanan

Jalanan katanya tak sehalus sutra
Tapi juga tak sekasar bebatuan
Itu kata orang-orang di tengah jalan

Namun bagi orang di pinggir jalan
Cukup bosanlah ku melihat jalan
Walau belum pernah merasakan

Di samping jalan aku coba melangkah menyusuri jalan
Berharap mencari layaknya penghidupan
Yang tiada kunjung ku dapatkan

Aku tak bisa menyalahkan si pembuat jalan
Sudah baik si pembuat jalan membuatkan jalan untuk pejalan
Namun pejalan lah yang menjadikan jalan tak enak lagi untuk jalan-jalan

Ya, termasuk pula pejalan di samping jalan


Nur Arviyanto Himawan
Yogyakarta, 19 Oktober 2015

________________________

Ini adalah hasil karya sobat pustaka. Jika kamu memiliki karya yang ingin kami abadikan, silakan hubungi kami melalui formulir yang sudah kami sediakan di kolom contact. Terima kasih. Panjang umur literasi!

0 komentar

Posting Komentar